Langkah - Langkah Menuju Khusyu

  khusyu adalah ruh dan jiwanya shalat. Khusyu dan hadirnya hati dalam shalat adalah syarat syah diterimanya shalat. Sama seperti jasad kita yang memiliki ruh atau jiwa. Tingginya pahala yang didapat dari shalat ialah dari kekhusyuan. 

Membangun khusyu dalam shalat harus diatas fondasi iman yang kuat. Shalat yang khusyu memiliki kekuatan iman , kesempurnaan ilmu fiqih dan juga kemarifatan kepada Allah SWT.



Berikut ini beberapa kiat atau langkaanh mendatamgkan kekhusyuan:

1. Keadaan Badan dan Pikiran Dalam Kondisi Istirahat 

    keadan badan dan pikiran yang kacau akan mengganggu kekhusyuan dalam shalat. maka, istirahatkan dulu badan dan pikiran kita, sebelum memasuki atau melaksanakan shalat.

2. Sempurnakan Dalam Wudhu

   Berwudhulah sesuai aturan ilmu fiqih secara baik dan benar. perhatikan syarat-syaratnya, rukun-rukunnya, sunah-sunahnya, dan bacaan-bacaannya. Semua harus dijaga agar wudhu benar-benar sempurna.

3. Memakai Pakaian Yang Baik dan Rapi

 Sebaiknya memakai pakaian putih-putih dan jangan ada tulisan-tulisan sebab dapat mengganggu kekhusyuan orang lain dalam berjamaah.

4. Perut Jangan Terlalu Lapar atau Terlalu Kenyang

   Perut yang terlalu kenyang akan membuat mata mengantuk dan melelahkan badan. Terlalu laparpun akan membuat badan lemas dan pikiran kusut. Jadi, hindari kondisi itu dalam shalat.

5. Berdiri Dengan Khidmat dan Tawadhu

  Hendaklah kita seperti berdiri di hadapan yang Maha Kuasa, yang mengetahui segala rahasia. Kita sholat hendak bermunajat kepada Allah SWT.

6. Bacaan Harus Tartil, Jelas dan Fasih

   Bacaan yang tidak terlalu cepat sesuai ilmu tajwid (tartil) diiringi dengan kefasihan dan suara merdu akan mempengaruhi pada perasaan sehingga shalat akan lebih khusyu.

7. Memahami Makna Bacaan Shalat

   Jika kita mengetahui apa arti dari bacaan yang kita basa atau ucapkan maka itu akan membuat hati dan pikiran kita lebih khusyu dalam menjalankan shalat.

8. Pandangan Mata Tetap Pada Tempat Sujud

   Tatapkanla pandangan kita pada suatu arah yaitu tempat sujud kuta, sekalipun mata yang buta., ataupun shalat didepan kabah. Karana mata yang melirik kesana-kemari akan mengganggu konsentrasi pada shalat kita dan mengganggu kekhusyuan kita.







Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Autobiografi

Puisi Karya Sendiri