Autobiografi
IIS MASITOH
Nama saya Iis Masitoh, biasa dipanggil Iis. Saya lahir di Purwakarta, tanggal 25 Oktober 2003. Saya adalah anak ke-3 dari tiga bersadara. Saya memiliki satu Kakak laki-laki dan satu Kakak perempuan. Ayah saya bernama Ahu Syaehudin berasal dari Cianjur, dan Ibu saya bernama Ila Karmila asal dari Purwakarta. Jadi, Ayah saya menetap di Purwakarta setelah menikah dengan Ibu saya. Ayah dan Ibu saya hanya seorang buruh tani biasa yang mengurus sepetak sawah di dekat rumahnya. Sejak masih muda Ayah saya mengajar ngaji di lingkungan sekitar dan mendapat undangan di berbagai acara keagamaan si masyarakat, saat orang tua saya memiliki anak ke-2 Ayah saya tidak bisa mengajar lagi karena adanya orang yang syirik dan mendzolimi Ayah saya. Dan sekarang Ibu saya yang menggantikan Ayah saya mengajar mengaji. Meski begitu Ayah saya masih bisa mengajar ibu-ibu pengajian pada hari jumat.
Ketika berumur 7 tahun saya bersekolah di SDN 3 Pasirangin, Purwakarta, dan pada 2018 sekitar akhir bulan Oktober sekolah saya di hapuskan dan di gabungkan dengan SMPN 4 Darangdan. Pada tahun 2019 setelah lulus dari SMPN 4 Darangdan saya melajutkan pendidikan di SMA AN-NAJA Boarding School.
Sejak masih kecil saya belajar agama ada orang tua saya, dan diajarkan mengaji oleh Ibu saya. Setelah masuk SD saya suka dengan lingkungan sekolah dan aktif mengikuti berbagai kegiatan di sekolah, pada saat kelas 5 SD saya mengikuti kegiatan pramuka gabungan dari beberapa gugus, yang di selenggarakan di daerah Nagrak, Plered, Purwakarta dan pada kegiatan autbon pada rintangan melewari jaring di air tangan saya rerkilir dan sedikit cedera, hingga saya pulang kerumah dan Ayah saya melarang saya untuk mengengikuti lagi kegiatan seperti itu. Tapi, saya tidak putus asa dan membujuk Ayah saya agar bisa kembali mengikuti kegiatan seperti itu.
Setelah kelas 1 SMP tepatnya pada pertengahan bulan November 2016 saya mewakili sekolah saya untuk mengikuti Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS) di tingkat kabupaten Purwakarta, selama tiga hari dua malam. Disana, saya mendapat banyak materi tentang kepemimpinan untuk bekal saya nanti dilingkungan sekolah saya setelah selesai pembinaan disana.
Setelah lulus dari SMP saya melanjutkan pendidikan di Pondok Pesantren Sabiilunnaja dan SMA AN-NAJA Boarding School. Awal saya masuk pesantren perasaan saya sangat senang, dan hanya sedikit rasa sedih karena berada dilingkungan yang baru dan orang-orang yang baru.
Di Pondok Pesantren Sabiilunnaja saya mendapat banyak bekal ilmu agama khususnya ilmu untuk keseharian saya nantinya. Dari mulai tatacara berwudhu yang baik dan benar, membaca Al-qur'an, shalat dengan bacaan yang benar dan artinya, sejarah para Nabi dan masih banyak kitab-kitab dan ilmu-ilmu lainnya.
Saat ini saya masih menempuh pendidikan di Pondok Pesantren Sabiilunnaja dan SMA AN-NAJA Boarding School yang sebentar lagi akan segera lulus SMA. Meskipun orang tua saya hanya seorang petani biasa tapi saya berharap semoga kedepannya saya bisa melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi lagi.
Komentar
Posting Komentar